Jumat, 20 April 2012

SEKTOR PERANIAN


Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

 
 Peranan Sektor Pertanian


Menurut Kuznets, Sektor pertanian di LDC’s mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk:
a.Kontribusi Produk yaitu Penyediaan makanan untuk penduduk, penyediaan BB untuk industri manufaktur
   seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman
b.Kontribusi Pasar yaitu Pembentukan pasar domestik untuk barang industri dan  konsumsi
c.Kontribusi Faktor Produksi yaitu Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dan TK dari sektor pertanian ke Sektor lain
d.Kontribusi Devisa yaitu Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekpspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

Kontribusi Produk.
Dalam system ekonomi terbuka, besar kontribusi produk sektor pertanian bisa lewat pasar dan lewat produksi dengan sektor non pertanian.
- Dari sisi pasar, Indonesia menunjukkan pasar domestik didominasi oleh produk pertanian dari LN seperti buah, beras dan sayuran hingga daging.
- Dari sisi keterkaitan produksi, Industri kelapa sawit dan rotan mengalami kesulitan bahan baku di dalam negeri, karena BB dijual ke LN dengan harga yg lebih mahal.


Kontribusi Pasar.
Negara agraris merupakan sumber bagi pertumbuhan pasar domestik untuk produk non pertanian seperti:
pengeluaran petani untuk produk industri (pupuk, pestisida, dll) dan produk konsumsi (pakaian,
mebel, dll)
Keberhasilan kontribusi pasar dari sektor pertanian ke sektor non pertanian tergantung:
1. Pengaruh keterbukaan ekonomiè Membuat pasar sektor non pertanian tidak hanya diisi dengan produk domestik, tetapi juga impor sebagai pesaing, sehingga konsumsi yg tinggi dari petani tidak menjamin pertumbuhan yg tinggi sektor non pertanian.
2. Jenis teknologi sektor pertanianè Semakin modern, maka semakin tinggi demand (permintaan) produk industri non pertanian

Kontribusi Faktor Produksi.
F.P yang dapat dialihkan dari sektor pertanian ke sektor lain tanpa mengurangi volume produksi pertanian, Tenaga kerja dan Modal
Di Indonesia hubungan investasi pertanian dan non pertanian harus ditingkatkan agar
ketergantungan Indonesia pada pinjaman LN menurun. Kondisi yang harus dipenuhi untuk
merealisasi hal tersebut:
1. Harus ada surplus produk pertanian agar dapat dijual ke luar sektornya. Market surplus ini harus tetap dijaga dan hal ini juga tergantung kepada factor penawaran : Teknologi, infrastruktur , SDM dan faktor permintaan yaitu nilai tukar produk pertanian dan non pertanian baik di pasar  domestic dan LN
2.  Petani harus net savers, Pengeluaran konsumsi oleh petani < produksi
3.Tabungan petani > investasi sektor pertanian

Kontribusi Devisa.
Kontribusinya melalui :
- Secara langsung : ekspor produk pertanian dan mengurangi impor.
-     Secara tidak langsung : peningkatan ekspor dan pengurangan impor produk berbasis pertanian seperti tekstil, makanan dan minuman, dll.

Kontradiksi kontribusi produk dan kontribusi devisa : peningkatan ekspor produk pertanian
menyebabkan suplai dalam negari kurang dan disuplai dari produk impor. Peningkatan ekspor
produk pertanian berakibat negative terhadap pasokan pasar dalam negeri. Untuk menghindari trade off ini 2 hal yg harus dilakukan:
1.  Peningkatan kapasitas produksi.
2. Peningkatan daya saing produk produk pertanian

Permasalahan Seputar Pertanian

Pembangunan sektor pertanian bukan suatu hal mudah. Ada banyak hal sesungguhnya yang menjadi permasalahan misalnya masih rendahnya pengetahuan petani atas akses informasi dan teknologi, permasalahan lemahnya akses modal, juga dapat berupa investasi yang dimiliki oleh petani yang kurang. Hal ini menjadi sangat kontras sementara pertanian mendominasi hampir setiap segi perekonomian, misalnya dalam penyerapan tenaga kerja.
Sebenarnya permasalahan tersebut diatas bukan temuan baru, masalah ini sudah sejak lama ada sejalan dengan keberadaan pertanian itu sendiri.  Terkait dengan hal tersebut sesungguhnya pemerintah telah meluncurkan berbagai program yang mendukung petani.misalnya dalam hal peningkatan produksi pangan dikembangkan lewat balai pengkajian dan penelitian pertanian tentang teknologi tepat guna dan pengembangan benih-benih unggulan berpotensi.
Keberhasilan pencapaian sasaran peningkatan pembangunan sektor pertanian tidak dapat di raih dengan kemauan di satu pihak saja misalnya dari pemerintah saja. Perlu kiranya ada kerjasama dengan berbagai kalangan yang berkecimpung langsung di bidang pertanian baik itu dari lembaga peneliti, ilmuan, inovator, kalangan akademic, maupun pihak swasta sebagai kalangan industri. Kerjasama yang harmonis, kolaborasi yang solid seluas-luasnya dapat memecahkan kebuntuan masalah pertanian yang dihadapi.
Kita masih ingat di era orde lama kita pernah berjaya dengan swasembada beras yang mendapat apresiasi luar biasa dari negara luar. Kita mampu keluar dari krisis pangan saat itu. 
Sayangnya kondisi itu tidak berlanjut. Kita tidak mampu mempertahankan kebanggaan dan prestasi tersebut.  Padahal bukankah bangsa yang jaya bermula dari kemandirian negara itu sendiri, kemandirian pangan dan kreatifitas rakyatnya, serta kolaborasi yang apik dari berbagai sektor.


STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN

·        Prinsip Landasan operasional (RPJM 2004-2009)
1.    Partisipasi masyarakat
2.   Pembangunan berkelanjutan
3.   Pengarusutamaan gender
4.   Tata pengeloaan yang baik ( good governance)


·        Pelaku Sektor Pertanian
1.    Pemerintah, swasta, dan masyarakat
-      Pemerintah bukan pelaku utama
-      Peran pemerintah daerah semakin besar dalam era desentralisasi
-      Masyarakat petani merupakan pelaku yang berjumlah besar, namun tingkat kesejahteraan dan tingkat partisipasinya rendah.

PERAN PEMERINTAH DALAM SEKTOR PERTANIAN

-      Menyediakan pelayanan untuk memfasilitasi usaha ekonomi/investasi pertanian
-      Menyediakan dukungan dan intensif
-      Menurunkan biaya transaksi usaha pertanian dan investasi dibidang pertanian
-      Memberikan affirmative action apabila ada ketidakadilan/ ketidakseimbangan antarbidang, anatara usaha pertanian dalam negeri dan Negara lainya atau secara global.




Daftar pustaka


http://www.anneahira.com/pembangunan-sektor-pertanian.htm
staffsite.gunadarma.ac.id/kuswanto/index.php?stateid...id...part...
images.twnugroho.multiply.multiplycontent.com/.../10....
http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar